Pastikan Kualitas Bibit, BRMP Sulawesi Utara Dampingi Penyedia Bibit Kakao di Kotamobagu
Kotamobagu, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan pemantauan kegiatan pembibitan kakao di beberapa lokasi di Kota Kotamobagu pada hari Rabu (2/9). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan mutu dan ketersediaan bibit kakao bermutu bagi program pengembangan perkebunan di wilayah tersebut.
Di Kotamobagu terdapat dua penyedia bibit kakao yang menjadi mitra strategis program, yaitu CV Gracia Agro Utama dengan volume kontrak 600.000 bibit kakao dan PT Mitra Alam Nusantara yang juga menanggung volume kontrak sebanyak 600.000 bibit kakao. Total bibit yang disiapkan mencapai 1,2 juta batang.
Pembibitan yang dikelola CV Gracia Agro Utama tersebar di empat lokasi, yaitu satu lokasi di Kelurahan Tumobui, dua lokasi di Kelurahan Poyowa Besar Satu, dan satu lokasi di Kelurahan Kobo Besar. Hingga tim BRMP Sulut melakukan kunjungan lapangan, baru sekitar 3.000 bibit kakao yang telah melalui proses sambung pucuk.
Sementara itu, PT Mitra Alam Nusantara mengembangkan pembibitan kakao di Kelurahan Moyag Tampoan sebanyak 200.000 bibit berupa bibit semai. Sebagian besar volume kontrak, yaitu 400.000 bibit sambung pucuk, berdasarkan berbagai pertimbangan teknis sedang dikembangkan di Sulawesi Selatan.
Secara umum, kondisi pembibitan kakao di lokasi yang ditinjau menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Pertumbuhan bibit terlihat sehat dan terawat, namun pengelola menyampaikan kendala utama yang dihadapi adalah kebutuhan tenaga kerja yang cukup banyak, terutama untuk kegiatan penyiraman bibit secara rutin.
Tim BRMP Sulut mencatat seluruh temuan di lapangan, termasuk kemajuan pelaksanaan sambung pucuk, persebaran lokasi pembibitan, serta kendala sumber daya manusia yang dialami oleh kedua penyedia bibit. Data ini menjadi dasar evaluasi dan pengawalan berkelanjutan hingga seluruh bibit selesai diproduksi dan siap disalurkan.
Pendampingan dan pemantauan langsung ke lokasi pembibitan merupakan langkah krusial dalam menjamin standar mutu benih yang disalurkan kepada petani. Bibit kakao berkualitas dengan teknik sambung pucuk yang tepat menjadi faktor penentu keberhasilan produksi dan produktivitas perkebunan kakao di masa mendatang.
Kendala tenaga kerja untuk penyiraman yang diidentifikasi di lapangan juga akan menjadi masukan bagi tim dalam merumuskan rekomendasi teknis maupun dukungan yang dibutuhkan penyedia bibit agar target produksi dapat tercapai sesuai jadwal yang direncanakan.
Melalui kegiatan ini, BRMP Sulut menegaskan komitmennya dalam mengawal kualitas penyediaan benih bermutu sebagai fondasi utama pengembangan perkebunan kakao di Sulut. Bibit yang unggul dan terjamin kualitasnya diharapkan mampu meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani kakao di wilayah Kota Kotamobagu dan sekitarnya.